Sugihart Digital Art Gallery
Eko Nugroho: Kritis Tanpa Apatis Eko Nugroho: Kritis Tanpa Apatis
Apabila berdiskusi mengenai seni kontemporer, biasanya lekat dengan isu-isu sosial yang berkembang pada zamannya. Biasanya berupa kritik sosial yang menyorot kehidupan manusia dan tak... Eko Nugroho: Kritis Tanpa Apatis

Apabila berdiskusi mengenai seni kontemporer, biasanya lekat dengan isu-isu sosial yang berkembang pada zamannya. Biasanya berupa kritik sosial yang menyorot kehidupan manusia dan tak jarang juga kehidupan politik. Salah satu seniman yang menganut aliran ini adalah Eko Nugroho.

Lahir di kota istimewa alias Yogyakarta, seniman yang merupakan jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini memiliki karya yang memiliki nama baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Karya-karya Eko terlihat memiliki perpaduan antara grafiti, surealis, dan komikal yang lalu menghadirkan suasana yang segar dan baru bagi seni rupa Indonesia. Dan seperti kebanyakan lukisan beraliran kontemporer, goresan lukisan yang dimiliki oleh Eko Nugroho merupakan paduan dari seni modern dan seni rupa klasik, karyanya juga tak luput dari isu sosial.

Eko juga dikenal gigih dan sangat menghargai karyanya, terbukti dengan sikapnya yang selalu turun sendiri untuk kepentingan karyanya. Jadi, karya yang dihasilkan oleh Eko bukan sekedar ‘katanya’, namun ia juga turut turun dalam proses pendekatan sebelum pengerjaan karyanya. Dikatakan Eko pernah membuat pameran tunggal bertajuk “Multicrisis is Delicious” di Galeri Semarang pada tahun 2008.

Eko tidak sembarangan memberikan tajuk dalam pameran seninya, tajuk tersebut menceritakan bagaimana budaya di Indonesia ini. Maka itu, ia meluangkan waktunya untuk berbaur dengan warga sekitar, ikut dalam kegiatan-kegiatan masyarakat yang digelar. Hal itu membuahkan karya yang dihasilkan oleh Eko terlihat lebih nyata dan terasa dekat dengan kita.

Pada tahun 2018, Eko masih aktif mengikuti beberapa pameran seni dan bahkan mengadakan pameran tunggal di luar negeri. Pameran tunggalnya digelar di Berlin memiliki tajuk “Plastic Democracy” pada Mei lalu. Selain itu, ia juga menjadi salah satu seniman yang turut meramaikan perhelatan seni akbar di Yogyakarta, ArtJog atau Art Jogjakarta yang juga digelar dari bulan Mei hingga Juni.

Hal ini membuktikan bahwa, meskipun karya-karyanya sudah dikenal masyarakat luas di berbagai negara di dunia, ia tetap bersemangat untuk berkontribusi dalam dunia seni Indonesia. Maka itu, kita juga diharapkan bisa mendukung seniman-seniman Indonesia. Mari hargai karya seni Indonesia! (mip)

 

Sumber: ekonugroho.or.id

@rsipIVAA

Sumber gambar: luxuo.com

arndtartagency.com

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *