Sugihart Digital Art Gallery
Omah Wayang Maju Karya Omah Wayang Maju Karya
Membuat wayang kulit merupakan kerajinan turun-temurun yang menjadi bekal saya menjadi perajin wayang kulit. Saya sudah mendapat keahlian dari orang tua saya, dan kakek... Omah Wayang Maju Karya

Membuat wayang kulit merupakan kerajinan turun-temurun yang menjadi bekal saya menjadi perajin wayang kulit. Saya sudah mendapat keahlian dari

orang tua saya, dan kakek buyut saya, yang merintis pembuatan wayang sejak 1918 di Desa Pucung Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Itu sebabnya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah mampu membuat wayang kulit.

Saya bisa mempunyai keahlian ini karena berada di lingkungan yang semuanya adalah perajin wayang kulit. Untuk meningkatkan keterampilannya dalam membuat kerajinan wayang kulit, saya mengawalinya dengan menjadi buruh pemahat .

Namun untuk bisa berdiri sendiri, saya baru memulainya setelah menikah dan mempunyai seorang putri tepatnya tahun 1987. Saya memberanikan diri untuk lepas dari kungkungan keluarga. Waktu itu saya hanya berbekal keterampilan dan keberanian. Usaha saya untuk berdiri sendiri langsung membuahkan hasil, saya mendapatkan order untuk membuat berbagai bentuk kerajinan wayang dari kulit.

Omah Wayang juga menyediakan paket wisata untuk belajar membuat wayang, diantaranya ada Paket Tatah Wayang dan Paket Sungging Wayang.

 Tatah, adalah salah satu tahapan utana atau paling penting dalam proses pembuatan Wayang Kulit. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa, setidaknya ada 16 jenis macam jenis tatahan. Masing-masing jenis tatahan  itu diperuntukkan bagi pembuatan ornament tertentu, pada bagian tubuh wayang tertentu pula.

Sungging merupakan proses dari tahapan pewarnaan wayang, dasar-dasar tahapan sesuai dengan kaidah menyungging. Dasar-dasar tersebut antara lain berupa tata pembuatan bahan pewarna, membuat warna pokok, membuat pencampuran warna, membuat lapisan dasar, membuat gradasi warna hijau, merah dan biru, mewarnai   bagian muka, rambut, dan badan. Pewarnaan disusun berlapis dari warna muda hingga warna yang lebih tua. Selanjutnya membuat drenjeman (titik-titik), sawutan/cawi (pola garis sejajar), dan balesan/waleran (garis batas antar pola) untuk mempercantik warna wayang.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber berita : http://majukarya.com
                                 https://belajar.kemdikbud.go.id/PetaBudaya/Repositorys/sungging_wayang/
                                 https://blog.hadisukirno.co.id/jenis-tatahan-wayang-kulit-purwa/

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *