Sugihart Digital Art Gallery
Berlakon dengan Naskah, Apa Saja Perbedaan Ludruk, Wayang Orang, dan Ketoprak? Berlakon dengan Naskah, Apa Saja Perbedaan Ludruk, Wayang Orang, dan Ketoprak?
Nama-nama seperti ludruk, ketoprak, maupun wayang orang seharusnya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Karena ketiga seni teater ini pernah menjadi sarana... Berlakon dengan Naskah, Apa Saja Perbedaan Ludruk, Wayang Orang, dan Ketoprak?

Nama-nama seperti ludruk, ketoprak, maupun wayang orang seharusnya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Karena ketiga seni teater ini pernah menjadi sarana hiburan yang populer dengan banyak peminat pada zamannya. Bersifat menghibur dengan cara dan lakon masing-masing, tiap kesenian teater ini memiliki beberapa perbedaan yang membuat satu sama lain unik dan berkarakter. Namun sebelum melaju ke daftar perbedaan dari ludruk, wayang orang, dan ketoprak, mari berkenalan kembali dengan seni teater ini untuk menyegarkan ingatan mengenai mereka kembali!

Ketoprak

Ketoprak merupakan salah satu jenis seni teater yang menceritakan beragam lakon seperti cerita rakyat, cerita kerajaan, dan cerita-cerita fantasi. Ketoprak berkembang secara luas di daerah Jawa Tengah.

Ludruk

Pertunjukan seni teater asal Surabaya, Jawa Timur yang khas dengan bahasanya yang lugas dan mudah dimengerti karena merupakan bahasa sehari-hari di daerah asalnya. Ludruk menceritakan kehidupan rakyat Indonesia sehari-hari.

Wayang Orang/Wayang Wong

Seperti namanya, wayang orang atau wayang wong merupakan perwujudan dari pagelaran wayang kulit, wayang golek dan sebagainya yang kemudian diperagakan oleh manusia. Ceritanya pun seperti layaknya cerita wayang didominasi oleh cerita-cerita seperti Mahabharata dan Ramayana.

Setelah tahu kembali pengertian dari setiap pertunjukan seni tersebut, mari simak perbedaannya!

 

  1. Penampilan Pemain

Karena ceritanya seputar keseharian rakyat, busana yang dikenakan pun biasanya berupa pakaian sehari-hari rakyat. Ketoprak pun biasanya mengenakan busana yang sama seperti ludruk, namun karena beberapa lakon di ketoprak berupa kisah kerajaan, maka ada penyesuaian busana untuk raja, ratu, maupun anggota kerajaan lainnya. Wayang orang, seperti namanya, pemainnya dirias dan mengenakan busana seperti pada pagelaran wayang yang menggunakan wayang kulit, wayang golek, dan sebagainya.

  1. Cerita

Wayang orang lakonnya dibuat berdasarkan ceritera-ceritera pewayangan seperti epik Mahabharata dan Ramayana, lalu ludruk yang ditujukan sebagai hiburan ringan, ceritanya biasanya berupa keseharian rakyat dan tak jarang mengangkat isu-isu sosial dan mengandung beberapa kritik sosial. Ketoprak sendiri memiliki beberapa ragam cerita yang dipentaskan dalam pertunjukannya yaitu cerita rakyat sehari-hari dan juga cerita kerajaan serta cerita tentang pahlawan.

  1. Naskah

Karena ceritanya yang berupa cerita rakyat, naskah dari ludruk biasanya berupa arahan sederhana mengenai alur cerita yang kemudian akan dikembangkan sendiri oleh para pemainnya. Naskah dari ketoprak pun beragam karena ceritanya yang juga bervariasi, beberapa naskah ketoprak dibuat sederhana untuk kemudian dikembangkan seperti ludruk, namun beberapa juga ada yang dibuat secara mendetail. Naskah wayang orang pun dibuat mendetail dengan menyesuaikan dialog yang ada pada cerita wayang mengenai Mahabharata dan Ramayana.

  1. Pemain

Yang paling berbeda mengenai pemain adalah pemain ludruk yang seluruhnya berupa pria. Bahkan peran-peran wanita pun dimainkan oleh pemain pria. Sedangkan ketoprak dan wayang orang biasanya memilih pemain sesuai dengan peran yang akan dipentaskan.

  1. Bahasa

Karena berasal dari Surabaya, Jawa Timur, ludruk menggunakan bahasa asli daerahnya yaitu Suroboyoan. Tingkat bahasa yang digunakan pun ngoko atau bahasa yang diucapkan pada percakapan sehari-hari dan tidak baku, menyesuaikan dengan ceritanya yang berupa keseharian rakyat. Ketoprak dan wayang orang yang berasal dari Jawa Tengah menggunakan bahasa Jawa Tengah, dan wayang orang maupun cerita kerajaan di ketoprak biasanya menggunakan tingkatan bahasa yang lebih baku atau kromo.

 

Itulah perbedaan-perbedaan yang ada dari ketiga pertunjukan seni teater asli Indonesia! Ketiganya merupakan hiburan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Indonesia sendiri di tengah masa kerajaan dan penjajahan. Semoga kreativitas ini dapat terus dilestarikan dan tetap dapat berdiri tanpa tergerus perkembangan zaman. (mip)

 

Sumber: jelajahbatumalang

areaperbedaan

 

Sumber gambar: sejarahdalamdunia

megapolitan.kompas

ludruksumenggolo

cintanegeri

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *