Sugihart Digital Art Gallery
Di Balik Kemewahan Kerajinan Keramik Singkawang Di Balik Kemewahan Kerajinan Keramik Singkawang
Kerajinan keramik memiliki popularitas dan kejayaan pada zamannya, bahkan hingga kini. Jika ditelusur, keberadaan kerajinan keramik di Indonesia diperkirakan pada rentang waktu 2500 SM-1000... Di Balik Kemewahan Kerajinan Keramik Singkawang

Kerajinan keramik memiliki popularitas dan kejayaan pada zamannya, bahkan hingga kini. Jika ditelusur, keberadaan kerajinan keramik di Indonesia diperkirakan pada rentang waktu 2500 SM-1000 SM. Karena peninggalan pada zaman tersebut banyak dipengaruhi oleh imigran dari Asia Tenggara seperti pengetahuan tentang kelautan, pertanian dan peternakan. Selain itu juga pada zaman tersebut ditemukan pecahan-pecahan periuk Belanga di Sumatera, tepatnya di Bukit Kulit Kerang.

Meskipun begitu, kerajinan keramik bukanlah kerajinan asli Indonesia karena sudah ditemukan dan dikembangkan di negara lain terlebih dahulu. Di Indonesia sendiri, pengrajin keramik yang paling terkenal ada di Singkawang, Kalimantan Barat. Desa Sakok merupakan salah satu tempat di Singkawang yang memproduksi kerajinan keramik dalam jumlah besar.

Yang membuatnya unik, kerajinan keramik di Desa Sakok memiliki pengaruh besar dalam pembuatan kerajinan keramiknya dari Tionghoa. Hal ini dibuktikan dengan motif-motif yang ada pada keramik yang didominasi gambar naga, motif 8 dewa yang disukai oleh warga Tionghoa, motif bangau, dan lain sebagainya.

Pembuatan keramik di Singkawang pun kebanyakan masih dilakukan secara manual menggunakan alat-alat tradisional. Karena hasil dari keramik yang dibuat secara manual memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dengan yang dibuat menggunakan teknologi industri.

Pemesanan pun dilakukan pada pengrajin dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda. Seperti orang Melayu, Dayak, dan suku Jawa biasanya memesan untuk koleksi pribadi lain halnya dengan warga Tionghoa yang lebih cenderung memesan untuk keperluan Vihara.

Bukan tanpa sebab Desa Sakok menjadi salah satu produsen keramik terbesar dan tersohor di Indonesia. Disebutkan bahwa salah satu alasan terbesarnya adalah karena tanah di Desa Sakok mengandung mineral kaolin yang sama dengan tanah di beberapa wilayah di Cina seperti Sichuan, Guizoung, dan Hangzou. Mineral kaolin sendiri merupakan bahan material campuran yang digunakan untuk membuat keramik bersama dengan tanah liat.

Dari beragam teknik yang digunakan untuk membuat keramik di Desa Sakok, salah satu yang unik adalah dengan memanfaatkan tungku api naga. Tungku api naga adalah tungku api yang bentuknya memanjang sehingga menyerupai tungku naga. Bagi masyarakat Cina daratan, teknik membuat keramik menggunakan tungku naga ini telah dilakukan semenjak zaman Dinasti Ming, ratusan tahun silam.

Begitulah sejarah singkat serta bagaimana keramik di Singkawang, tepatnya Desa Sakok dibuat. Kini, karena keterbatasan biaya dan turunnya minat terhadap kerajinan keramik, beberapa pengrajin di Desa Sakok memilih untuk membuat keramik kecil senilai puluhan ribu rupiah. Hal tersebut dilakukan karena membuat keramik adalah mata pencaharian utama beberapa warga sehingga mereka mencari cara untuk tetap bertahan hidup karena keramik-keramik kecil tersebut cenderung lebih mudah untuk dijual.

 

 

Sumber: BBK

Indonesiakaya

Sumber gambar: cis-nasional

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *