Sugihart Digital Art Gallery
Tak Kalah Pamor, Kerajinan Perak Indonesia Mencapai Pasar Internasional! Tak Kalah Pamor, Kerajinan Perak Indonesia Mencapai Pasar Internasional!
Selain batik dan wayang, Indonesia masih memiliki ratusan bahkan ribuan kerajinan khas Indonesia lainnya yang juga tersohor hingga ke mancanegara. Salah satunya adalah kerajinan... Tak Kalah Pamor, Kerajinan Perak Indonesia Mencapai Pasar Internasional!

Selain batik dan wayang, Indonesia masih memiliki ratusan bahkan ribuan kerajinan khas Indonesia lainnya yang juga tersohor hingga ke mancanegara. Salah satunya adalah kerajinan perak. Di Indonesia, produsen perak terbesar diketahui berada di tenggara Yogyakarta, tepatnya di Kotagede. Banyaknya pengrajin di Kotagede membuatnya dijuluki sebagai “Kota Perak”.

Karena hal tersebut, Kotagede menjadi salah satu destinasi utama bagi para pencinta serta kolektor perak. Kabar Kotagede sebagai Kota Perak tidak hanya berhenti di kisaran warga lokal, beberapa turis mancanegara seperti Cina dan Thailand juga menjadi penggemar dari kerajinan perak yang diproduksi pengrajin perak Kotagede.

Tapi bukan hanya Kotagede yang menjadi produsen perak di Indonesia. Salah satu kota di Sumatera Barat, Koto Godong Agam juga dikenal dengan kerajinan perak yang diproduksinya. Namanya sebagai sentra seni perak bukan didapatnya secara instan. Disebutkan sekitar tahun 1911, Koto Godong Agam telah memulai membuat perak ketika Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Belanda.

Perak Koto Gadang Agam yang memiliki ciri khas tersendiri yaitu kilaunya yang tidak berlebihan, warnanya yang didominasi warna lembut seperti putih susu, serta teksturnya yang halus digemari wanita-wanita Belanda. Bentuk dari kerajinan perak yang dihasilkan di Koto Godong Agam pun beragam namun kebanyakan berupa perhiasan seperti kalung, gelang, cincin, dan lain sebagainya.

Ciri khas tersebut yang membuatnya mudah diterima dan digemari banyak orang karena memberikan kesan eksklusif dan mewah karena tidak terlalu mencolok. Sama seperti Kotagede, Koto Godong Agam juga memiliki penggemar mancanegara. Apabila Kotagede telah mencapai Cina dan Thailand, beberapa penggemar perak dari Koto Godong Agam berasal dari Malaysia, Singapura, bahkan hingga Eropa.

Keduanya memiliki ciri khas dan ragam masing-masing, serta dengan kedua lokasi yang terletak berjauhan, Anda tidak perlu khawatir kebingungan memilih antara keduanya. Karena tiap kerajinan yang dihasilkan pasti telah melewati proses panjang dari pengrajinnya yang memiliki sentuhan budaya dan pengaruh yang berbeda juga. (mip)

 

 

Sumber: indonesiakaya

learnmine

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *