Sugihart Digital Art Gallery
Perbedaan Penggunaan Pewarna Alami dan Sintetis Perbedaan Penggunaan Pewarna Alami dan Sintetis
Proses pewarnaan dalam sebuah kain seperti kain batik atau kain tenun merupakan salah satu tahap krusial pada pembuatan kain. Karena warna tersebutlah yang biasanya... Perbedaan Penggunaan Pewarna Alami dan Sintetis

Proses pewarnaan dalam sebuah kain seperti kain batik atau kain tenun merupakan salah satu tahap krusial pada pembuatan kain. Karena warna tersebutlah yang biasanya pertama diperhatikan sebelum membeli kain tersebut. Pewarna yang digunakan pun beragam, mulai dari pewarna alami seperti kunyit, daun suji, teripang, hingga pewarna sintetis yang menggunakan campuran bahan kimia.

Penggunaan pewarna yang berbeda tentunya menghasilkan hasil yang juga berbeda, yang terkadang luput oleh perhatian. Untuk itu, Sugihart punya beberapa cara untuk membedakan kain yang menggunakan pewarna alami dengan sintetis. Yang mana, sih, yang lebih baik? Yuk, simak infonya!

 

  1. Warna Kain

Yang ini sebenarnya dapat terlihat jelas apabila disandingkan antara kain yang menggunakan pewarna alami dengan yang menggunakan pewarna sintetis. Kain yang menggunakan pewarna alami warnanya cenderung lebih lembut sedangkan yang menggunakan pewarna sintetis akan terlihat lebih menyala.

Namun, akan sulit apabila tidak ada perbandingan. Anastasia Inne Adhie, pengurus dari Gerakan Warna Alam Indonesia (Warlami) seperti dilansir di Tribun, memberikan tips khusus untuk membedakannya. Kain dengan pewarna sintetis jika dilihat lebih lama akan terkesan ‘mencolok’ dan intensitas warnanya menjadi lebih tajam sedangkan dengan pewarna alami, akan menimbulkan kesan teduh dan dingin.

  1. Bau Kain

Faktor pembeda antara kain pewarna sintetis dengan pewarna alami adalah dari bau kainnya. Apabila tercium bau minyak tanah atau sablon, kain tersebut sudah pasti menggunakan pewarna sintetis.

  1. Ketahanan Warna

Yang satu ini agak sulit diketahui sebelum dimiliki langsung dan melewati proses pencucian. Namun apabila Anda ingin tahu apakah kain yang Anda miliki di rumah menggunakan pewarna alami atau sintetis, bisa dilihat dari ketahanan warna pada kain.

Kain yang menggunakan pewarna alami cenderung lebih mudah luntur, terutama apabila dicuci menggunakan deterjen. Maka itu, kain dengan pewarna alami biasanya hanya boleh dicuci menggunakan tangan. Lain halnya dengan kain dengan pewarna sintetis, warnanya cenderung lebih awet dan vibrant lebih lama.

  1. Harga Kain

Apabila faktor-faktor sebelumnya memengaruhi kualitas kain, faktor yang satu ini justru dipengaruhi kualitas kain. Kain yang menggunakan pewarna alami cenderung memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan yang menggunakan pewarna sintetis. Karena proses pewarnaan dengan bahan alami akan memakan waktu lebih lama dan tak jarang dua kali dari waktu proses pewarnaan dengan pewarna sintetis. Belum beberapa bahan yang sulit ditemukan.

 

Itu dia perbedaan penggunaan pewarna alami dan sintetis. Kain yang menggunakan pewarna alami cenderung membutuhkan perhatian dan perawatan khusus untuk menjaga warnanya. Namun sebanding dengan proses pewarnaan yang tidak mudah serta dengan membeli kain pewarna alami kita juga telah membantu melestarikan bumi karena tidak menghasilkan limbah berbahaya. (mip)

 

 

Sumber: Tribun Pontianak 

Wolipop

 

Sumber gambar: IDNTimes

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *