Sugihart Digital Art Gallery
Teater Koma: Bernapas Dalam Seni Tanpa Titik Teater Koma: Bernapas Dalam Seni Tanpa Titik
Nama Teater Koma tidaklah asing di telinga warga Indonesia, apalagi bagi mereka yang berkiprah di dunia seni. Komunitas seni ini didirikan pada 1 Maret... Teater Koma: Bernapas Dalam Seni Tanpa Titik

Nama Teater Koma tidaklah asing di telinga warga Indonesia, apalagi bagi mereka yang berkiprah di dunia seni. Komunitas seni ini didirikan pada 1 Maret 1977 oleh 12 orang dengan N. Riantiarno sebagai kepala pendiri, lalu Ratna Madjid-Riantiarno, Syaeful Anwar, Jim Bary Aditya, Jajang Pamoentjak-C.Noer, Agung Dauhan, Zaenal Bungsu, Titi Qadarsih, Rima Melati, Otong Lenon, Cini Goenarwan, dan Roedjito sebagai anggota pendiri.

Terdapat 111 repertoar ataupun naskah drama yang telah dipentaskan oleh Teater Koma, yang didominasi oleh karya-karya dari salah satu pendirinya, N. Riantiarno. Karya-karya tersebut antara lain: Rumah Kertas, Maaf.Maaf.Maaf., J.J, Opera Ular Putih, dan sebagainya. Selain karya dalam negeri, Teater Koma juga kerap mementaskan karya dari legenda drama dunia yang tersohor bahkan hingga sekarang seperti William Shakespeare, George Orwell, Evald Flisar, dan masih banyak lagi.

Nama Teater Koma sendiri dipilih sebagai metafora yang melambangkan keinginan dari para penggiat seni yang ingin terus berkembang tanpa henti layaknya paragraf yang penuh dengan koma terus menerus dan tidak memiliki titik sebagai tanda berhenti. Untuk terus bergerak tanpa henti.

Seperti motto yang tersirat pada namanya, Teater Koma hingga kini masih terus memanjakan penikmat seni terutama teater dengan menyuguhkan pementasan terbaiknya. Pada 16 November mendatang, Teater Koma akan menampilkan salah satu karya dari N. Riantirno berjudul Mahabarata: Asmara Raja Dewa. Anda dapat menonton pementasan Mahabarata yang akan ditampilkan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) mulai dari 16 hingga 26 November 2018.

Tidak sedikit juga anggota jebolan Teater Koma yang berkarya di dunia hiburan seperti salah satu pendiri Rima Melati, pelawak kondang Pepeng, aktor ternama Didi Petet, dan masih banyak lagi. N. Riantiarno beserta seluruh anggota Teater Koma yakin bahwa Teater Koma dapat menjadi sebuah jembatan menuju keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi.

 

 

Sumber: Teater Koma

 

Sumber gambar: Woman TalkĀ 

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *