Sugihart Digital Art Gallery
BUSAN BIENNALE 2018; DEVIDED WE STAND BUSAN BIENNALE 2018; DEVIDED WE STAND
Pameran seni rupa Busan Biennale 2018 dibuka pada tanggal 8 September sampai dengan 11 November , kali ini dengan tema “Divided We Stand” yang... BUSAN BIENNALE 2018; DEVIDED WE STAND

Pameran seni rupa Busan Biennale 2018 dibuka pada tanggal 8 September sampai dengan 11 November , kali ini dengan tema “Divided We Stand” yang menggunakan dua venue yaitu Museum Of Contemporary Art Busan (MOCA Busan) dan The Former Bank Of Korea di Busan. Pada pergelaran kali ini Busan Biennale menggandeng Christina Ricupero sebagai direktur artistic, Jörg Heiser sebagai curator dan Gahee Park sebagai curator tamu. Sebanyak 65 seniman dari 34 negara turut ambil bagian dalam pameran kali ini, berikut adalah nama-nama mereka:

  • Basel Abbas & Ruanne Abou-Rahme (Cyprus/AS)
  • Bani Abidi (Pakistan)
  • Chantal Akerman (Belgia)
  • Dora Longo Bahia (Brazil)
  • Maja Bajevic (Bosnia and Herzegovina)
  • Khaled Barakeh (Syria)
  • Yael Bartana (Israel)
  • Jean-Luc Blanc (Perancis)
  • Oscar Chan Yik Long (Hong Kong)
  • Onejoon Che (Korea Selatan)
  • Mina Cheon (Korea Selatan)
  • Chin Cheng Te (Taiwan)
  • Sunah Choi (Korea Selatan)
  • Phil Collins (Inggris)
  • Christoph Dettmeier (Jerman)
  • Mauricio Dias & WalterRiedweg (Brazil/Swiss)
  • Smadar Dreyfus (Israel)
  • Eva Grubinger (Austria)
  • Joana Hadjithomas & Khalil Joreige (Lebanon)
  • Ramin & Rokni Haerizadeh & Hesam Rahmanian (Iran/Iran/AS)
  • Flaka Haliti (Kosovo)
  • Kiluanji Kia Henda (Angola)
  • Andy Hope 1930 (Jerman)
  • Hsu Chia-Wei (Taiwan)
  • Young Zoo Im (Korea Selatan)
  • Joo Hwang (Korea Selatan)
  • Yunsun Jung (Korea Selatan)
  • Nikita Kadan (Ukraina)
  • Wanuri Kahiu (Kenya)
  • Amar Kanwar (India)
  • Hayoun Kwon (Korea Selatan)
  • Oliver Laric (Austria)
  • Minwhee Lee & Yun Choi (Korea Selatan)
  • Gabriel Lester (Belanda)
  • Minouk Lim (Korea Selatan)
  • Laura Lima & Zé Carlos Garcia (Brazil)
  • Lin + Lam (AS/Kanada)
  • Liu Ding (China)
  • Marko Lulic (Austria)
  • Fabian Marti (Swiss)
  • Augustin Maurs (Perancis)
  • Metahaven (Belanda)
  • Nástio Mosquito (Angola)
  • Henrike Naumann (Jerman)
  • Marcel Odenbach (Jerman)
  • Melik Ohanian (Perancis)
  • Ferhat Ozgur (Turki)
  • Kelvin Kyung Kun Park (Korea Selatan)
  • Susan Philipsz (Inggris)
  • Adrian Piper (AS)
  • Min Jeong Seo (Korea Selatan)
  • Bruno Serralongue (Perancis)
  • Tayfun Serttas (Turki)
  • Hito Steyerl (Jerman)
  • Jan Svenungsson (Swedia)
  • Tamura Yuichiro (Jepang)
  • Javier Téllez (Venezuela)
  • The Propeller Group (Vietnam/AS)
  • Suzanne Treister (Inggris)
  • Lars von Trier (Denmark)
  • Nomeda & Gediminas Urbonas (Lithuania)
  • Jane & Louise Wilson (Inggris)
  • Ming Wong (Singapura)
  • Ulrich Wüst (Jerman)
  • Zhang Peili (China)

Tema Biennale kali ini “Devided We Stand” atau dapat diartikan sebagai berdiri bersama dalam perbedaan teritori, tercermin dalam karya-karya yang ditampilkan oleh para seniman dari seluruh dunia yang berpartisipasi. Pameran akan berlangsung di Museum Seni Kontemporer Busan dan bekas Bank Korea di Busan. Kedua tempat mencerminkan tema biennale: museum yang baru dibuka, fokus utamanya adalah era Perang Dingin dan era setelahnya yang luar biasa, bekas gedung Bank Korea, yang mengungkap skenario alternatif masa depan, melihat keadaan kita saat ini melalui lensa dan fiksi ilmiah. Pameran di kedua tempat dirancang oleh arsitek MNLP (Seoul / London).

 

sumber berita : Rangga Purbaya @2018

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *