Sugihart Digital Art Gallery
A Story of Wounds: Tentang Luka, Asa, dan Mala Perkara Wanita dan Rumah Tangga A Story of Wounds: Tentang Luka, Asa, dan Mala Perkara Wanita dan Rumah Tangga
Minggu (25/11) kemarin merupakan hari bersejarah di Indonesia. Memang warnanya tidak merah di kalender, pun tidak ada upacara resmi di Istana Negara tentang hari... A Story of Wounds: Tentang Luka, Asa, dan Mala Perkara Wanita dan Rumah Tangga

Minggu (25/11) kemarin merupakan hari bersejarah di Indonesia. Memang warnanya tidak merah di kalender, pun tidak ada upacara resmi di Istana Negara tentang hari tersebut. Sejarah ini memang terbilang baru bila dibandingkan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia dan masih diperjuangkan oleh banyak pihak agar sejarah ini dapat terekspos dan kesadaran akan sejarah ini pun meningkat. Minggu, 25 November kemarin merupakan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) yang merupakan awal dari Kampanye 16 Hari Anti Kekekrasan Terhadap Perampuan dan berakhir pada 10 Desember. Kegiatan tersebut dilakukan setiap tahunnya.

Tahun ini, Petra Little Theater dari Universitas Kristen Petra Surabaya mempersembahkan playwith­music karya dari Jessie Monika selaku penulis naskah, Stefanny Irawan selaku sutradara, dan Christian Xenophanes sebagai komposer musik. Mengambil tajuk “A Story of Wounds” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Sebuah Cerita Tentang Luka-Luka”, pertunjukan ini sengaja digelar beberapa hari sebelum HAKTP (21 hingga 25 November 2018) karena memang merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran akan masih banyaknya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terutama terhadap wanita. Data dari United Nations Population Fund (UNFPA), kekerasan terhadap perempuan meningkat sekitar 25 persen di tahun 2017.

Dikatakan juga oleh sang penulis naskah, Jessie, bahwa sesuai dengan judul lakonnya, cerita ini ingin menunjukkan luka yang dialami oleh istri, anak, dan keluarga yang disebabkan oleh KDRT. Karena menurut Jessie, KDRT sendiri mulai diabaikan. Ia ingin menampilkan sebuah karya yang bukan hanya sekedar hiburan namun juga memiliki nilai.

A Story of Wounds dipentaskan selama 105 menit, pada pertunjukan tersebut terdapat dua tokoh utama yang diceritakan sebagai pasutri yaitu Ruben yang diperankan oleh Agung Santoso Halim dan Nina yang diperankan oleh Emily Abigail.

Dengan banyaknya karya yang mengangkat isu-isu sosial yang masih dianggap tabu ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan perbuatan-perbuatan di luar norma dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dapat lebih meningkat. Sehingga, tidak ada lagi saksi hidup yang kemudian membisu dengan dalih tidak ingin mengganggu urusan orang lain. Mari kurangi jumlah korban kekerasan di Indonesia! (mip)

 

Sumber: Event Surabaya

Tribun JATIM

Tribun JATIM

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *